Mengatasi Baper saat Bisnis

Mood Hacking/Mengatasi Baper saat Bisnis – Dari pengamatan Saya pribadi, Salah satu penghambat saat berbisnis adalah perasaan baper.

Tau baper kan? Itu lho, bawa perasaan. Terlalu sensitif, mudah tersinggung, sakit hati. Baper menghambat bisnis, karena jika sudah merasakan ini, maka itu hanya akan membuat kita hanya fokus kesana. Dan kalau sudah fokus kesana, ujung-ujungnya jadi tidak produktif lalu ngaruh ke bisnis, apalagi kalau bisnisnya belum tersistemasi. Saya akan share beberapa tips untuk mengatasi baper saat bisnis.

Tapi sebelumnya, Saya akan share terlebih dahulu cara untuk menghindari baper. Cara menghindari baper.

Prinsip Pertama

Jangan punya perasaan berharap kepada apapun. Kenapa gak boleh berharap? Karena berharap adalah pintu kekecewaan. Tidak semua orang mendapat apa yang mereka harapakan. Dan kebanyakan orang, tidak bisa menghandle kekecewaannya saat harapan tidak menjadi kenyataan. Kalau mau berharap, berharap hanya ke Yang Maha Kuasa saja.

Kalau berharap ke Yang Maha Kuasa, itu pakai iman. Kalau sudah pakai iman, maka kita akan yakin bahwa apapun yang terjadi pada kita adalah ketetapannya yang terbaik untuk kita dan tidak pernah salah. Kalau berharapanya pakai iman, maka otomatis setiap kegagalan tidak menjadikan kita baper, tetapi membuat kita mengambil hikmah. Bahkan ketika berhasil, kita tidak terlalu jumawa, karena kita tahu kita bisa berhasil karena ijin-Nya.

Prinsip kedua

Sadari 100 % bahwa mulut dan sikap orang lain, bukan kita yang pegang remotenya. Ya, seseorang mudah sekali baper jika ada lisan atau sikap yang menyinggung hatinya. Sakit hati, memang sakit yang bisa dialami semua orang. Tapi sebelum sakit hati, coba renungkan kalau kita sebenarnya tidak bisa disakiti, jika kita tidak mengijinkannya. Semua yang punya mulut, bebas berbicara Semua yang hidup, bebas bersikap.
Sama, kita juga begitu.

Dan terkadang, ada lidah-lidah orang lain yang terlalu tajam. Namanya juga lidah gak bertulang. Atau ada sikap yang tidak pada tempatnya, mungkin lagi khilaf. Ya sudah, suka-suka mereka saja. Mulut mereka, bukan kita yang pegang remotenya. Tapi ingat, kita pegang remote hati kita. Perasaan kita, kita yang kontrol. Ngapain kebahagiaan kita diatur-atur mulut atau sikap orang lain? Daripada ngurusin yang gak bisa diatur, fokus saja pada yang bisa diatur.

Namun terkadang, walaupun paham konsep ini baper masih saja menyerang. Tiap orang memang punya batas sensitifitas, ada yang batasnya tipis, ada yang batasnya tebal. Karena itu, untuk melengkapi materi kali ini, Saya akan share juga tips mengatasi baper saat bisnis.

Apa aja tipsnya?

Tips Pertama
Ingat kembali tujuan berbisnis. Ingat lagi apa motivasi bergabung jadi tim. Mana yang lebih penting? Baper kita? atau masa depan kita?. Biasanya, kalau sudah baper, si baper ajak temannya Namanya mager, Apa-apa jadi malas. Lho kalau pengusahanya malas, gimana bisnisnya?. Bukankah kita adalah cerminan bisnis kita? Bisnis tumbuh hanya sebesar kapasitas pengusahanya.

Sembuhkan baper dengan cara mengingat tujuan berbisnis.

Tips kedua
Ddengan cara memberikan makan berupa Informasi Insipiratif kedalam diri kita. Perhatikan sumber-sumber informasi yang kita dapatkan.

Kalau sukanya nonton gosip, dengar hal negatif, gunjing orang, maka isi pikiran kita, tidak akan jauh-jauh dari itu.Bandingkan jika Anda baca buku bermanfaat, membaca cerita inspiratif, menonton acara motivasi, maka Anda akan malu kalau sampai baper. Pahamilah bahwa masalah kita sebenarnya tidak ada apa-apanya dibanding masalah orang lain diluar sana.

Jadi, saat baper menyerang, install informasi positif ke diri Anda.

Tips ketiga
Berkumpul dengan orang positif. Ikut seminar-seminar, acara-acara, banyakin kegiatan diluar. Kalau gak sempat, minimal ikut program kelas online walaupun sensasinya jauh berbeda. Tapi gak papa, daripada tidak sama sekali. Berkumpul dengan orang-orang positif akan memberikan kita energi. Koq bisa? Karena semangat itu menular.

Masalahnya, pesimis juga menular.Bahkan menularnya lebih cepat. Karena itu, perhatikan lingkungan Anda berkumpul. Tips terakhir dari Saya, Saat baper, coba menyendiri lalu evaluasi.

Jangan merasa 100% benar. Kalau sampai bisa merasakan sakit hati, pasti kita tidak 100% benar.
Sama,, orang lain juga tidak 100% salah. Jangan bergaya seakan kita korban. Kita yang pegang kendali hidup kita. Karena itu, jangan salahkan orang lain. Bertanggung jawab, evaluasi, lanjutkan hidup.

Masih banyak pos-pos pekerjaan yang bisa kita kerjakan, dibanding baper. Itu ya.. Saat Anda baper, coba baca ulang pesan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *