Penyebab Kegagalan


1. Jualannya dikreditin.
Aduh, kalo inimah saya juga udah pengalaman dan kapok! Makanya sekarang saya wanti-wanti banget sama downline-downline saya, jangan jualan kredit. Sebisa mungkin cash. Kalo kepaksa banget ya minimal DP dulu 50% di awal. Begitu barang datang, lunasin. Jualan dikreditin itu awalnya aja lancar, lama-lama macet, modal malah gak muter, uang gak balik, untung gak ada. Dan saya punya tips dan trik khusus buat member saya supaya bisa jualan tanpa kredit. Saya ajarin caranya. Gimana sukses jualan offline dan online. Dan alhamdulillaah mereka bisa jualan tanpa kredit.

2. Nggak paham produk (bagian I)
Pada bilang harga produk Oriflame mahal. Padahal, di setiap bulannya, ada aja produk-produk yang diskon, yang promo. Misal, bedak cuma 24.900, lipstik 49.900, masker 12.500, krim wajah sepaket isi krim pagi dan krim malam cuma 258.ribu bisa dipake 2-3 bulan. Coba dong dipelajari dulu katalognya sebelum jualan dan nawarin orang lain. Nggak semua produk Oriflame mahal. Dan saya punya tips juga supaya jualan lancar tiap bulannya, bisa tutup poin 100-200 BP tiap bulannya. Saya ajarin caranya dan alhamdulillaah downline-downline saya semakin hari semakin pintar jualannya, semakin mudah mendapatkan orderan.

3. Nggak paham produk (bagian II).
Suka salah kasih produk ke konsumen. Misal krim wajah. Mestinya tau kebutuhan wajah konsumen kita apa. Bukan yang mereka mau, tapi lihat dulu kebutuhannya dan kondisi wajahnya seperti apa. Misal, kalau lagi jerawatan tapi pengen juga wajahnya cerah. Jangan langsung dikasih krim pencerah wajah (pencerah yaa bukan pemutih), tapi dirawat dulu jerawatnya, diobati, dibersihkan. Pilih krim yang tepat. Ada aja loh yang salah kasih krim karena ngejar harganya yang mahal, untung yang besar. Yang ada pembelinya kecewa, marah-marah. Trus pembeli dan juga penjualnya ini yang member Oriflame bilang krim Oriflame jelek lah, nggak cocok lah, bikin alergi lah. Padahal… Belum tentu… Banyak faktor. Sering berganti-ganti produk perawatan wajah pun bisa menyebabkan efek buruk di wajah yang berkepanjangan. Dan ini ada tritmen khususnya di Oriflame. Makanya, sebagai member, sebagai konsultan, paham produk tuh harus. Belajar tuh penting. Saya sebagai upline rutin sebulan sekali kasih training tentang produk, supaya downline-downline saya paham, gak salah merekomendasikan produk, tidak mengecewakan konsumen, dan jualannya makin lancar pastinya.

4. Nggak ngerti sistem dan kode etik.
Jangankan sistem, diajarin upline-nya pun enggak. Katanya gak dibimbing. Ini saya nggak tau, dianya yang gak aktif atau upline-nya juga yang gak rajin nyolek downline-nya, nggak rajin kasih training. Kalau tau sistem kerja di Oriflame, in syaa Allaah sebagai downline tau mesti apa, sebagai upline paham mesti ngapain. Dan tau kode etik! Di antaranya tidak spamming, misal kirim pesan secara acak ke inbox orang-orang nawarin join Oriflame. Atau kirim broadcast messages terus-terusan. Itu nggak etis. Cara seperti itu bikin orang nggak respek sama kita. Akhirnya nggak ada yang mau join deh. Nggak tertarik order. Nggak berkembang bisnisnya. Berhenti di tengah jalan. Bukan salah Oriflame-nya kan? Tapi salah cara ngerjainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *